Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 04 Mei 2011

FISIOLOGI HEWAN DAN MIKROBIOLOGI

Ringkasan fisiologi hewan
Ciri mahluk hidup di antaranya yaitu makan,minum,bernafas bergerak,dan berkembang biak.Oleh karena itu perlu di atur dan di kendalikan agar lingkungan hewan nyaman,Sehingga semua itu di kaji dalam fisiologi hewan.Arti dalam fisiologi hewan itu sendri adalah ilmu pengetahuan yang membahas dan mengkaji mexngenai mekanisme kerja fungsi kehidupan dan segala sesuatu yang di lakukan hewan dengan berbagai gejala yang ada pada system hidup,serta pengaturan atas segala fungsi dalam system hidup.Kehidupan di pengaruhi oleh lingkungan luar dan aktifitas hewan sehingga mempengarui lingkungan internal tubuh hewan yang dapat merubah hewam harus mempertahankan diri atau beradaptasi sesuai kemampuan yang di miliki.
Menurut haude bernad (1813-1878)
Syarat penting hidup di lingkungan eksternal maka hewan tersebut dapat mempertahankan stabilitas lingkungan internalnya,Sehingga dapat di kembangkan yaitu pelopor munculnya gagasan hormon dan regulasi kimia penyebabnya ialah senyawa khusus yang di hasilkan oleh semua organ dan di keluarkan ke cairan jaringan.
Menurut canon (1871-1945)
Memperkenalkan iatilah Homeostatis yang di mana keadaan lingkungan internal yang konstan dan mekanisme yang bertanggung jawab atas keadaan konstan tsb.
Faktor-faktor lingkungan internal harus di jaga stabilitasnya oleh hewan di antaranya,keasaman atau ph,kandungan air tubuh,kadar garam,suhu tubuh dan kandungan nutrein.Hewan di bagi menjadi 2 yaitu Hewan regulator yaitu hewan yang mampu mengatur berbagai factor stabilitas lingkungan internal,sedangkan Hewan conformer yaitu hewan yang tidak mampu mempertahankan keadaan lingkungan internalnya.Hewan akan menyesuaikan diri melalui adaptasi yang terdiri di dalamnya terdapat kata Aklimasi yaitu perubahan adaftif yang terjadi pada hewan dalam kondisi yang terkendali dan berubahnya satu atau dua factor.sedangkan Aklimatisasi yaitu reaksi keseluruhan yang terjadi setelah perubahan – perubahan yang kompleks dari lingkungan eksternal oleh banyak factor .Menurut K.Byoup fisiologi hewan tidak lepas membahas fungsi pada tubuh hewan serta interaksi dengan lingkungannya. Lingkungan eksternal di bedakan menjadi 2 yaitu Lingkungan Akuatik yang terdiri dari tempat hidup hewan yang berupa baik sebagian kecil air tawar,sebagian besar air laut,dan air payau yaitu air yang merupakan pembatas dalam penyenaran hewan dan pembeda hewan laut dan hewan air tawar.Hewan osmofilik adalah hewan yang tumbuh optimal pada lingkungan dengan tingkat ketersediaan air yang tinggi (lebih 0,95).Sedangkan Hewan osmotoleran yaitu hewan yang mampu hidup dan berkembang biak pada lingkungan dengan tingkat ketersediaan air yang relative rendah.tempat hidup hewan yang berupa daratan terdapat keuntungan ketersediaan oksigen yang melimpah dan apapun ancamannya. Radiasi perpindahaan panas yang terjadi antara 2 benda tanpa ada kontak langsung di antara keduanya. Dan Dehidrasi adalah akan berkurangnya atau kehilangannya air dalam jumlah besar dalam tubuh hewan secara besar-besaran,dan di pengaruhi di antaranya oleh suhu tinggi.
Sistem umpan balik adalah mekanisme pengendalian kondisi homeostatis pada hewan.Di balik itu system umpan balik ada negative dan positif.kemudian sistem umpan balik yang negative dari suhu eksternal turun langsung pariabel yang di kendalikan ketermoreseptor lalu di atur di antaranya oleh pengaturan suhu kemudian efektor tersebut menghasilkan sehingga dapat di simpulkan bahwa sistem umpan balik negative adalah perubahaan suatu pareabel yang oslawan oleh tanggapan yang cenderung mengembalikan perubahan keadaan semula.Sedangkan umpan balik positip adalah perubahan suatu pariabel akan menghasilkjan perubahan yang semakin besar.contohnya pada proses pembekuan darah.Adapun komponen system umpan balik lalu terdapat rangsangan suhu ke reseptor dari pusat intergasi kemudian dari reseptor ada pemantau perubahan langsung ke potensial aksi sedangkan hipotelamus kendalian suhu tubuh kemudian dari pusat integrasi di dorong oleh saraf motorik ke efektor dan penhasil tanggapan biologis atas perintah pusat integrasi dan sama-sama berpusat ke perintah berkembang dab melebarkan pembuluh darah atau kedunya.
Sel adalah Uni terkecil atau bagian terkecil dari organisme dan fungsi kehidupan di lakukan oleh kerja sama multiseluler yaitu dari sel ke sel-sel sama,jaringan dan organ, system organ ke multiseluler.Sedangkan fungsi kehidupan di lakukan oleh satu sel yaitu dari sel langsung ke sel tunggal.Struktur dan fungsi organel sel memiliki nucleus (mengatur karakteristik dari protein yang di perlukan untuk berbagai aktifitas enzimatik), ada eukaryotik, lalu sitoplasma masuk terdapat organel-organel bentuk dan fungsi terspesialisasi terdapat yaitu Sitoskeleton, lisosom (sebagai system pencernaan intrasel yang akan mencerna dan membuang bahan yang tidak di butuhkan atau benda asing dan pencernaan di lakukan melalui enzim acid hydrolase,yang dapat mencerna berbagai bahan organic menjadi bahan yang lebih sederhana), senterol, ribosom (protein yang di hasilkan berfungsi dalam sitosol dan pembungkus organel atau di kirim ke luar sel), reticulum endoplasmic (sintesis lipid,metabolisme karbohidrat dan menawarkan obat dan racun lalu berperan penting dalam sintesis protein), apparatus golgi (mempunyai fungsi memodifikasi unit glikoprotein dari karbohidrat dan sebagai bagian yang menyortir dan megarahkan protein sesuai dangan tempatnya secara tepat) lalu semua ke mitokondria (meningkat kan produktifitas respirasi seluler), membran plasma (berfugsi sebagai rintangan selektif).Metabolisme di bagi menjadi tiga tahap(metabolisme di kaitkan dengan pengaturan sumberdaya materi dan energi dari sel di bentuk ke karbohidrat,lemak,protein. Pembentukan katabolisme ke senyawa sederhana di proses menjadi ATP dan ZAT SISA yaitu:Tahap pertama:tahap ini terjadi selama proses pencernaan makanan ke saluran pencernaan(hewan tingkat tinggi) lalu ke sel (hewan sederhana),Tahap kedua:tahap pemecahaan senyawa sederhana menjadi asetil ko-A,yang berkaitan erat dengan pembentukan ATP dan NADH terbatas,terjadi glikolisis(proses pengubahan glukosa menjadi asam piruvat)tiap molekul glukosa hanya menghasilkan 2ATP di dalam sitoplasma sel.
Bahan penyusun Membran diantaranya: Lemak,Protein,Karbohidrat.Cara transport zat melalui membrane yaitu: Transpor ion channel dan transport aktif di bagi menjadi 2 yaitu Transpor aktif primer dan transport aktif sekunder ada transport sekunder co-transpor, counter-transpor dan fagositosis dan pinositosis.
Hewan Multisel terbagi dalam aktifitas hidup di laksanakan oleh beberapa sel agar meringankan tugas sel dan di bagi lagi hewan harus mampu mengendalikan dan mengkoordinasikan beberapa macam aktifitas maka di perlukan system organ untuk fungsi kendali dan koordinasi lalu ke system saraf dan system hormonal bekerja sama dengan siistem neurohormon atau neuroendokrinal.Sel penyusun system saraf yaitu Neuron di hasilkan potensial aksi ke implus lalu menjalar ke sel lain.Fungsi neuron adalah penghubung antara neuron sensorik (pembawa rangsang dari daerah”tepi prifer”tubuh ke pusat saraf “otak dan sum-sum tulang belakang atau medulla spenalis”)dan neuron motorik (pembawa rangsang dari pusat saraf ke daerah tepi “prifer tubuh”). Bentuk sel saraf di antaranya unipolar,bipolar, dan multipolar.Komponen sel saraf terdapat 3 bagian yaitu badan sel (berfungsi sebagai tempat sintesis nerotransmiter),dendrite(berfungsi sebagai penerima rangsang dan membawanya ke badan sel), akson (berfungsi menjalarkan implus ke ujung akson). Sel Glia yaitu menjamin kondisi lingkungan ionic di sekitar neuron dapat selalu tepat.Komponen penyusn system saraf di antaranya Otak,serabut saraf(kumpulan akson dari sejumlah sel saraf),pleksus (jaringan serabut saraf yang tidak teratur,berfungsi sebagai system saraf pusat,jika terdapat kumpulan neuron yang difusi maka di dalamnya ada sinaps), ganglia (kumpulan sel saraf berbentuk nodul,di lapisi jaringan konektif,mempunyai badan sel dan serabut saraf,di temukan adanya sinaps).
Polarisasi, sel saraf (keadaan istirhat) lalu polar (keadaan sedang tidak menjalarkan rangsang) terdapat du muatan yaitu muatan yang lebih negative di sisi dalam membran sedangkan muatan yang lebih positif di sisi luar membrane keduanya bergerak ke membrane sel saraf bersifat impermeable terhadap ion natrium dan permeable terhadap ion kalium.Depolarisasi ada rangsang di dalamnya terdapat(membrane sel saraf,perubahan elektrokimia fisiologi (permeable ( Na) impermeable (K) dan ion (Na) berdifusi, ion (K) di tahan),perubahan dalam membrane + dan luar membrane - ,sel megalami depolarisasi) dan terjadi gejala perubahan elektrokimia khas yang terjadi pada membran yang di rangsang (IMPLUS) dan potensial membran yang di ukur pada saat sel terdepolarisasi (Potensial aksi).
Penjalaran implus adalah peristiwa penjalaran potensial aksi di sepanjang akson yang terjadi secara konduksi dan lambat. Repolarisasi yaitu membrane saraf lalu ke impermeable (Na),permeable (K),perubahan awal:dalam membrane (-),luar membran(+),priode penyembuhan(repolarisasi) lalu ke periode refrakter(tahap yang sangat penting bagi sel) di bagi 2 yaitu priode refrakter absolut dan priode refrakter relatif.Hewan tingkat yang paling sederhana di dalamnya(organisasi sistem saraf dan neuron ke dendrit,akson lalu ke reseptor,membentuk sinaps dengan beberapa jenis sel efektor,akan terjadi tanggapan terhadap perubahaan lingkungan dan mampu melajsanaakan fungsi kehidupan. Pramesium adalah hewan dengan sejumlah besar cilia yang menutupi seluruh permukaan tubuhnya,silia di gunakan berbagai keperluan misalnya bergerak(di atur dan di koordinasikaan) dan memperoleh makanan ,oleh sebuah silia,pemacu(pace maker)
Organisasi sistem saraf vertebrata yaitu sistem saraf susunan saraf pusat ke otak dan medula spinalis,kalau dari susunan saraf tepi,divisi motorik dan sensorik.motorik ada susunan saraf otonom:otot polos dan otot jantung,di luar kontrol kesadaran ada(divisi simpatik dan parasimpatik) dan susunan saraf somatis (otot skelet,di bawah kontrol kesadaran).
PERTEMUAN II
FISIOLOGI ENDOKRIN
Hormon berperan penting untuk mengatur berbagai aktivitas dalam tubuh hewan. Seperti aktivitas pertumbuhan, reproduksi, osmoregulasi, pencernaan, integarasi dan koordinasi tubuh. Sistem endokrin bekerja sama dengan sistem saraf, tetapi ada dua perbedaan kerja antara sistem saraf dan sistem endokrin yaitu :
1. Sistem endokrin lebih banyak bekarja melalui transmisi kimia, sedangkan sistem saraf tidak.
2. Respons dari sistem endokrin berjalan lambat dari sistem saraf
Agar dapat memperlihatkan efeknya hormon dari kelenjar endokrin harus dapat sampai ke organ sasaran. Organ sasaran yaitu organ yang memiliki reseptor khusus untuk hormon yang sesuai dan merupakan tempat yang tepat untuk memperlihatkan efeknya. Dan ini merupakan gagasan kl;asik tentang mekanisme kerja hormon.
Klasifikasi hormon itu ada dua macam yaitu, berdasarkan fungsinya dan berdasarkan stuktur kimianya. Klasifikasi hormon berdasarkan struktur kimianya yaitu :
1. Hormon protein
2. Hormon steroid
3. Hormon asam amino
4. Zat kimia yang menyerupai hormon
Klasifikasi hormon berdasarkan fungsinya yaitu :
1. Hormon perkembangan
Hormon yang memegang peranan dalam pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi
2. Hormon metabolisme
Hormon yang berperan dalam proses metabolisme tubuh
3. Hormon trofik
Hormon yang dihasilkan oleh suatu sistem yang merangsang kelenjar endokrin untuk menghasilkan hormon
4. Hormon pengatur metabolisme mineral dan air
Hormon yang mengatur homeostatik mineral dan konservasi air tubuh
5. Hormon pengatur sistem kardiovaskuler
Hormon yang mengatur aktivitas konduksi dan kontraksi jantung
Hormon juga disintesis di dalam tubuh, tahapan sintesis hormon di dalam tubuh terdiri dari empat tahap. Tahap pertama yaitu, hormon disintesis di dalam retikulum endoplasma kasar yang terdiri dari poliribosom dan melekat pada sacculus. Tahap kedua, melalui sisterne ini hormon ini dihantar ke dalam aparatus Golgi baik secara langsung dengan menembus membran aparatus golgi atau dengan cara membentuk vesikel (elemen transisi) dan selanjutnya elemen transisi ini akan masuk ke dalam aparatus Golgi. Tahap ketiga yaitu, di dalam aparatus Golgi, dibentuk butir-butir sekretoris yang mengandung hormon yang masih sedikit, selanjutnya seiring dengan waktu akan menjadi dewasa. Dan tahap ke empat yaitu, setelah dewasa, butir-butir sekretoris ini kemudian dihantar ke arah membran plasma. Selanjutnya terjadi fusi antara membran plasma dengan butir-butir sekretoris dan akhirnya akan terjadi sekresi hormon yang terdapat di dalam butir-butir sekretoris dengan jalan eksositosis ke dalam cairan ekstraseluler.
Fisiologi pencernaanSistem pencernaan berfungsi untuk mengubah bahan makanan yang kompleks menjadi sari makanan yang sederhana agar dapat diserap oleh sel. Pencernaan makanan dapat terjadi secara mekanis dengan bantuan gigi atau penggantinya (misal gigi parut atau bahan tanduk) dan secarakimia dengan bantuan enzim pencernaan atau senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme. Ditinjau dari tempat berlangsungnya, pencernaan makanan dapat terjadi di dalam sel (intraseluler) dan di luar sel (ekstraseluler).
Cara yang dilakukan hewan untuk memperoleh makanan maupun jenis makanan hewan sangat ditentukan oleh jenis alat pencernaan makanan yang dimiliki oleh hewan tersebut. Bahan makanan hewan yang berupa karbohidrat, protein dan lemak dicerna secara enzimatik oleh enzim karbohidrase, protease dan lipase. Pencernaan bahan-bahan makanan tersebut menghasilkan sari makanan berupa gula, asam amino, dan gliserol serta asam lemak.
Sari makan diserap oleh usus lalu masuk ke dalam pembuluh darah (langsung atau melalui pembuluh lakteal) dan selanjutnya didistribusikan ke sel-sel jaringan. Di dalam sel, sari-sari makanan tersebut akan dimetabolisasi lebih lanjut melalui serangkaian proses yang akan menghasilkan ATP. ATP ialah senyawa kimia berenergi tinggi yang dapat digunakan hewan untuk menyelenggarakan seluruh aktivitasnya.
Pencernaan pada hewan ada dua macam, yaitu pencernaan pada hewan tingkat tinggi dan pencernaan pada hewan tingkat rendah. Pada hewan tingkat rendah tidak memiliki organ pencernaan dan pencernaan makananya intrasel yaitu di dalam vakuola makanan. Dan tahapan proses pencernaanya yaitu sebagai berikut lisosom mensekresikan enzim pencernaan yang menyebabkan suasana berubah menjadi asam terjadi pemisahan berbagai garam kalsium yang akan menciptakan kondisi pH yang tepat untuk enzim berfungsi, sehingga bahan makanan dapat diserap oleh sitoplasma dan akhir proses pencernaan keadaan lingkungan menjadi netral. Bahan makanan yang tidak tercerna dikeluarkan melalui proses eksositosis.
Pada hewan tingkat tinggi makanan dicerna di dalam saluran yang telah berkembang dengan baik. Pencernaan makanan berlangsung di dalam saluran gastrointestinal atau di luar sel. Sistem gastrointestinal tersusun atas berbagai organ yang terbagi ke dalam beberapa fungsi yaitu, fungsi daerah penerimaan, daerah penyimpanan, daerah penyerapan nutrisi dan pencernaan, dan daerah penyerapan air dan ekskresi.
Proses pencernaan makanan yaitu mencerna semua makanan yang masuk ke dalam tubuh hewan. Ada tiga pencernaan makanan pada hewan yaitu pencernaan karbohidrat, pencernaan protein dan pencernaan lemak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar