Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 03 Mei 2011

Fisiologi Hewan

Pengertian Mikrobiologi dan Mikroba


Mikrobiologi adalah telaah mengenai organisme hidup yang berukuran mikroskopis yang meliputi yang meliputi bakteri, protozoa, virus ,alge dan fungi.
         Mikrobiologi dibedakan menjadi beberapa sub berdasarkan macam-macam orientasi yaitu :
a.       Orientasi Taksonomi
-          Virologi : Mempelajari stuktur, susunan dan Klasifikasi virus.
-          Bakteriologi : Mempelajari struktur, susunan, dan klasifikasi bakteri dan  mahluk hidup. 
-          Mikologi : Mempelajari stuktur, susunan, dan klasifikasi mahluk hidup termasuk jamur.
-          Fikologi : Mempelajari stuktur dan susunan klasifikasi mahluk hidup termasuk ganggang/ alga.
-          Protozoologi : Mempelajari, stuktur, susunan dan klasifikasi mahluk termasuk protozoa.
b.      Orientasi Habitat
1.      Mikrobiologi air
2.      Mikrobiologi tanah
3.      Mikrobiologi laut
c.       Orientasi Problema
1.      Mikrobiologi fatagenik
2.      Mikrobiologi Pertanian
3.      Mikrobiologi industri
4.      Mikrobiologi geologi
Mikroba merupakan mahluk-mahluk hidup kecil atau jasad renik, Biasanya hanya bias dilihat dengan alat yang di sebut mikroskop tapi ada juga mikroba yang berukuran cukup besar yaitu alga dan fungi bias dilihat dengan mata telanjang.
Penggolongan mikroba diantara jasad hidup Plantae tumbuhan dan animalia (hewan).  
1.    Mikroba ukuran besar dapat digolongkan kedalam plantea dan animalia.
2.    Mikroba dengan ukuran kecil tidak bias / sulit digolongkan ke dalam plantae atau animalia.
3.    Mikroba kadang mempunyai sipat plantae dan animalia.
Menurut teori evolusi yang dikemukakan oleh para ahli yaitu ernest haeckel (1834-1919), R.H. Whittaker (1920-1980) dan carl woese (1928) bahwa setiap jasad retik (mikroba) dapat dikelompokkan ke sipat plantae atau animalia berdasar protista, tingkat perkembangannya dan berdasar susunan kimia makromolekul yang terdapat didalamnya.
Ciri umun mikroba : Yaitu berperan sebagai produsen konsomen maupun redusen, yaitu dapat menghasilkan bahan organic dengan energi matahari yaitu algae dan bakteri sintetik yang menggunakannya. Contohnya protozoa dan dapat menguraikan bahan-bahan organic dan sisa-sisa jasad hidup yang mati menjadi unsure-unsur kimia contohnya bakteri dan jamur (sungi).
Diversitas kehidupan Mikroba :
Thenmofilik : Tahan terhadap panas, Psikrofilik : Tahan terhadap kimia, Acidofilik : tahan terhadap asam, Alkalofilik :, Halofilik :, Barofilik : tahan terhadap tekanan, Radiofilik :, Anaerobik Obligat : .

Sejarah Perkembangan Mikrobiologi
A. Penemuan Animalculus (Protozoa, algae, khamir dan Bakteri)
 Leeuwenhoek (1633-1723) penemu mikroskop : awal mula terungkapnya mikroba
B. Teori dan Pendapat
1.      Teori abiogenesis (animakulus timbul sendiri dari benda-benda yang mati) teori ini tidak terbukti.
2.      Teori biogenesis bahwa animakulus berasal dari benih animalculus itu sendiri  
3.      Francesco Redi (1626-1697)
4.      Lazzaro Spallanzani (1729-1799)
5.      Louis Pasteur (1822-1892) => pasteurisasi dan sterilisasi.
C. Penemuan bakteri berspora yaitu oleh jhon tyndall (1820-1893) yang mendukung pendapat Pasteur dan ditemukan Tyndallisasi yaitu pemanasan yang terputus dan diulang beberapa kali sehingga dapat disimpulkan adanya.
·         Termolabil (tidak tahan pemanasan pada saat pertumbuhan)
·         Termoresisten (sangat tahan terhadap panas) sehingga bakteri dapat membentuk endospora.
D. Peran Mikroba dalam Transformasi bahan organic.
Pada proses Fermentasi (pengkhamiran) yaitu proses yang menghasilkan alcohol / asam organic misalnya. Pembuatan tape.
·         Adanya proses pembusukan (putrefaction) yaitu proses peruraian yang menghasilkan bau busuk pada peruraian bahan yang mengandung protein.
·         Pasteur (1875-1876) menyimpulkan bahwa adanya sel-sel yang lebih kecil mengakibatkan sebagian besar proses fermentasi alcohol didesak oleh proses fermentasi lain yaitu fermentasi asam laktat. Contoh fermentasi anggur dari gula lait menghasilkan anggur yang asam . Fermentasi asam sitrat oleh jamur aspergillus.
E. Penemuan Kehidupan Anaeroh  
            Kehidupan anaerob yaitu mekroba yang tidak memerlukan oksigen dan kehidupan aerob yaitu mikroba yang memerlukan oksigen , dua kehidupan ini ditemukan dalam penelitian Pasteur pada fermentasi asam butirat.

F. Penemuan Enzim

            Bernad (1875) menentang pasteur tentang fermentasi yang merupakan proses vital kehidupan dan berpendapat bahwa khamir dapat memecah gula menjadi alcohol ke CO² karena mengandung katalisator biologis dalam selnya dan dibuktikan oleh Buchner (1897) dengan cara menggerus khamir dengan pasir ke gula dan pembentukan alcohol dari gula tersebut merupakan hasil urutan reaksi kimia yang di katalisir oleh biokatalisator yang fesifik disebut enzim.

G. Mikroba Penyebab Penyakit

            Pasteur (1875-1876) mikroba dapat menimbulkan karusakan / penyakit pada jasad tingkat tinggi contohnya : penyakit bir, penyakit pada tanaman gandum (1813) tanaman kentang (1845) penyakit pada ulat sutra dan penyakit kulit manusia pada tahun 1850 ditemukan bakteri berbentuk batang dalam darah hewan yang sakit antraks hal ini dibuktikan oleh Davalne (1863-1868) dan Robert Koch (1876) bahwa bakteri / mikroba pada hewan yang sakit dapat ditularkan kedalam hewan yang sehat dan akhirnya akan menderita penyakit yang sama.

H. Penemuan Virus

            Iwanowsky menemukan bahwa filtrate bebas bakteri (cairan yang telah disaring dengan saringan bakteri) dari ekstraks tanaman tembakau yang terkena penyakit mozaik ternyata tetap dapat menimbulkan infeksi pada tembakau yang sehat karena diketahui adanya jasad hidup yang mempunyai ukuran jauh lebih kecil dari bakteri dan inilah yang disebut virus, pendapat ini dibuktikan kebenarannya oleh Postulat river (1937).  

I. Abiogenesis menurut pandangan baru.

            Bahwa kehidupan terjadi dari berbagai unsure kimia dengan rangkaian reaksi yang terjadi dialam, di buktikan oleh oparth (1938) dan haldane (1932) , bahwa bumi pada zaman prebiotik atmosfernya bersifat anaerob yang mengandung nitrogen, hydrogen, CO², uap air, ammania, CO, dan H²S lalu terkena sinar UV (ultra violet) bahan anorganik akan berubah menjadi bahan organic, evolusinya menjadi lebih kompleks, dan mulailah terbentuk makromolekul, yang nantinya akan saling bergabung membentuk membrane yang mengelilingi cairan dan akhirnya terbentuk organisme seluler. Hal ini yang disebut evolusi yaitu josad bersel tunggal menjadi bersel majemuk memerlukan waktu ± 2,5 milyar tahun, jasad bersel majemuk menjadi reptile sampai binatang menyusui memerlukan waktu milyaran tahun.

J. Penggunaan Mikroba

1. Untuk Proses Klasik
·         Jamur Aspergillus sp untuk kecap
·         Khamir untuk membuat anggur dan roti
2. Mikroba untuk produksi antibiotic
·         Penisillin oleh jamur penicillium sp
·         Streptomisin oleh actinomysetes streptomyces sp
3. Mikroba untuk proses-proses baru
·         Karotenoid dan steroid oleh jamur
·         Pembuatan enzim amylase, proteinase, pektinase
4. Mikroba dalam teknik genetika modern
  • Pemindahan gen dari manusia binatang dan tumbuhan kedalam sel mikrobia.
5. Mikroba untuk bidang pertanian
  • Untuk pupuk hayati biopestisida, pengomposan dll
6. Mikroba untuk bidang pertambangan
  • Proses penambangan minyak bumi
  • Desulfurusasi batu bara
7. Mikroba di bidang lingkungan
  • Mengatasi pencemaran limbah organic dan anorganik

#Struktur Dan fungsi Sel Mikroba#

            Sel merupakan unit fisik terkecil dari organisme hidup dengan komposisi material sel DNA dan RNA, protein, lemak dan fosfolipid.

Ada 2 Tipe sel
  1. Sel prokariotik yaitu tepe sel pada jasad rendah seperti bakteri, siano bacteria / alga biru.
  2. Sel eukariotik yaitu tipe sel pada jasad yang tingkatnya lebih tinggi seperti khamir jamur tanaman dan hewan sel.
* Perbedaan tipe sel prokariotik dan tipe sel Eukariotik*
1.      Ukuran pada sel prokario tik lebih kecil disbanding sel eukariotik yang sudah mempunyai inti sejadi di selimuti membrane.
2.      Pada bakteri pseudomonas hanya berukuran 0,4-0,7 µ dengan diameter dan panjangnya 2-3µ.
  1. Prokariotik tidak mempunyai organela seperti mitokondria, kloroplas dan aparatgolgi sedangkan sel eukariotik terdapat ribosan, mitokondria, kloroplas dan apparatus golgo yang mirip diktiosom.
  2. Pada prokariotik inti sel tidak mempunyai membrane.
  3. Ukuran genomnya berbeda dan jumlah DNA penyusun pada sel prokariot berkisar antara 0,8-8. 106 pasangan basa (PD) DNA sedangkan pada sel eukariotik mempunyai pasangan basa lebih tinggi.

Struktur Sel

  1. Inti Sel
-          Inti sel eukariotik pada interfase di kelilingi oleh suatu membrane yang terdiri dari 2 lapisan lemak.
-          DNA pada inti tersebar dalam suatu struktur.
-          Pembelahan secara mitosis adanya reproduksi seksual pada hewan dan tanaman tingkat tinggi, zygote mengandung 2 sel kromosom   (2µ) apabila gametbersifat haploid maka zygote diploid, semua sel somatic bersifat diploid dan pada generasi seksual berikutnya kromosam mengalami segregasi jadi haploid yang disebut meiosis.
  1. Membran sel prokariotik
-          Permukaan luar lipid membrane sel bersipat hidrofil dan permukaan dalam bersifat hidrofob, stabilitas membrane sel disebabkan oleh kekuatan hidrofobit pada bilayer terdapat protein yang letaknya tenggelam pada beberapa bakteri membrane mengelilingi sitoplasma pada bakteri fotosintetik klorofil tidak terdapat dalam suatu kloroplas tapi dalam membrane yang bersipat lipat dalam sel yang disebut membrane tilakoid pada system ini mengandung system transport electron yang menghasilkan ATP.
  1. Dinding Sel
-          Dinding sel bakteri sifatnya agak elastis dan tidak permeable terhadap garam dan senyawa dengan berat molekul rendah konsentrasi garam dan gula didalam sel lebih tinggi disbanding di luar sel apabila tekanan osmose diluar sel naik akan mengalami proses plasmolisis. 
-          Rangka dasar dinding bakteri atau murein peptidoglikan yang tersusun dari N-asetil glukosamin dan N-asetil asam muramat yang terikat dalam 1,4-    - glikosida yang terdapat rantai asam pendek asam amino : alanin yang terikat melalui ikatan peptide yang berperan penting dalam menghubungkan rantai yang satu dengan rantai lainnya, komponen ini hanya ada dalam struktur dinding sel prokariotik.
*   Dinding sel bakteri gram positif
      Terdiri dari 40 lapis rang dasar murein meliputi 30-70% berat kering dinding bakteri senyawa lain nya adalah polisakarida yang terikat sel koualen dan asam telkoat yang sangat spesifik sedangkan dinding sel bakteri gram negative hanya terdiri satu lapis rangka dasar murein yang mengandung diaminopemelat tidak mengandung lisin hanya meliputi ±10% berat kering dinding sel 80% penyusun dinding sel ini atau lipoprotein, lipopoli sakarida, pada dinding sel ini tidak terdapat asam telkoat.
  • Peranan Lisosimi
Lisosimi adalah enzim anti bakteri yang terdapat dalam putih telur dan air mata lisosin akan merusak ikatan antar N-a setigukosamin dan N-asetil asam muramat dalam murein sehingga lisosim berperan dalam merombak murein dalam dinding sel.
  • Peranan Penisilin
Bekerja aktif terhadap dinding sel gram positif yang sedang membelah dan berperan dalam menghambatmbentukan dinding sel.
  1. Flagel dan Pili
Flagel adalah alat gerak bakteri yang letaknya dapat polr, bipolar, peritrik maupun politrik, sehingga bakteri dapat bergerak berputar. Penyusun Flagel adalah sub unit protein (flagelin) yang mempunyai berat molekul rendah Ukuran flagel berdiameter 12-18 dan panjangnya lebih dari 20 , pada beberapa bakteri permukaan selnya dikelilingi ratusan pili dengan panjang 12 , sex-pili (fimbrae) berperan dalam konjugasi sel, pada bakteri Escherichia colistrain k-12 hanya dijumpai 2 buah pili.

  1. Kapsul dan Lendir
Beberaa bakteri mengakomlasi snyawa ang kayak an air an membentuklapisan dipermukaan luarnya yang disebut slubung berlendir. Fungsinya dapat menyebabkan timbulnya sifatuiruen terhadap inangnya. Penyusun utama kapsul adalah polisakarida yang terdiri atas glukosa, gula amino, rhamnosa, dan asam organic seperti asam piruvat dan asam asetat pada bacillussp mengandung peptide.
Lendir merupakan yang lebih encer dan untuk menghasilkan lender kapsul bakteri dapat dipisahkan dengan metode penggosokan lalu di ekstraks.


Perbedaan Sel Tanaman, Sel Hewan dan Sel Bakteri

Sel Tanaman
Sel Hewan
Sel Bakteri
-          Dinding sel kuat dan kasar, banyak mengandung selulosa yang terikat pada polisakarida dan protein. Untuk melindungi membrane.
-          Vakuola merupakan cirri khusus, ukuran bertambah dengan bertambahnya umur sel, vakuola mengandung asam organic, protein terlalut, grm mineral, pigmen, O² dan CO ².
-          Membran sel tebalnya ±9 mengandung lipida dan protein dalam jumlah sama. Jenis lipida bervariasi, membrane selnya bersifat selektif permeable, mengandung protein untuk pemindahan nutrient dan ion anorganik.
-          Inti sel, anak inti sel, dan membrane inti selnya mempunyai struktur.
-          Mitokondrianya lonjong strukturnya mirip dengan mitokondria sel hewan, mengandung DNA yang tipenya khusus. Banyak mengandung enzim yang berperan dalam metabolism sel.

-          Tidak ada dinding sel
-          Tidak memiliki vakuol.
-          Mirip membrane sel tanaman tapi komposisi lipida berbeda membrane bersipat fleksibel dan lengket, sifatnya selektif permeable, mengandung enzim protein untuk pengangkutan 10 µ K+ dan Na+, glukosa asam amino.
-          Diameter inti sel ± 4-6 µ dilapi selaput berpori sebagai mpat keluar masuk bahan kedalam inti.
-          Jumlah mitokondria mencapai 800. Pada sel yang aktif semakin banyak. Membrannya berlipat-lipat matriks di dalamnya ada enzim yang berperan dalam oksidasi.
-          Dinding sel terdiri dari atas rantai polisa karida dan rantai peptide pendek permukaannya di lapisi lipopolisa karida, dinding sel nya dapat dilewati molekul air.
-          Membrane selnya 45% lipida dan 55% protein.
-          Pada beberapa tempat membrane mengalami pelipatan (mesosome), membrane bersifat selektif semi permeable terdapat beberapa enzim untuk menghasilkan ATP.
-          Tidak ada inti sel bahan genetic hanya berupa satu untaian ganda DNA.
-          Tidak memiliki mitokondria, oksidasi nutrient di lakukan oleh enzim oksidase yang terdapat dalam mesosame.
-          Pada bakteri akuatik vakuola berisi gas untuk mengapung di lingkungan air, cadangan makanan di simpan pada granula.




Pertemuan ke 2


MIKROBIOLOGI

KEHIDUPAN MIKROBA
  1. Pertumbuhan Mikroba
A.1 Definisi Pertumbuhan
            Pertumbuhan yaitu penambahan secara teratur semua komponen sel suatu jasad. Pada jasad bersel tunggal (uniseluler) pembelahan selnya akan menghasilkan pertambahan jumlah selnya itu sendiri, sedangkan pada jasad bersel banyak (multi seluler) pembelahan selnya tidak menghasilkan pertambahan jumlah individunya tapi hanya merupakan pembentukan jaringan atau bertambah besarnya jasadnya.

 Waktu generasi yaitu waktu yang diperlukan untuk membelah diri dari satu sel menjadi dua sel sempurna.
  • Waktu penggandaan yaitu waktu yang diperlukan oleh sejumlah sel atau massa sel menjadi dua kali jumlah massa sel semula, tidak sama waktunya antara berbagai mikrobia, tergantung pada kecapatan pertumbuhannya.
  • Kecepatan pertumbuhan adalah perubahan jumlah atau massa sel per unit waktu.
A.2 Perhitungan Waktu Generasi
Dari hasil pembelahan sel secara biner :
1 sel menjadi 2 sel
2 sel mejadi 4 sel => 2¹ menjadi 2² atau 2x2
4 sel menjadi 8 sel => 2² menjadi 2³ atau 2x2x2

Ket : N = Jumlah sel terakhir
         No = Jumlah sel awal
          η = Jumlah generasi
 
N=No2η
 
Rumusnya :
                                      t                    
n
    * Waktu generasi
                                     
Ket : t = waktu pertumbuhan eksponensial
         n = jumlah generasi
* log N = log No+n log 2
   Log N – log No  = n log 2

N = Log N – Log No
                Log 2
=

N = Log N – Log No
               0,301

Ket 0,301 / waktu generasi = slope
Contoh
Dik :  N= 10   No = 5x10  , t=2
Dit : waktu generasi ?
Jwb
 N = Log 10 – Log (5x10)
                0,301
     = 8 – 7,8 = 1
         0,301
Waktu generasi = t/n =2/1 =2jam
A3. Pengukuran Pertumbuhan
-          pertumbuhan jumlah sel di ukur dari perubahan sel total (keseluruhan) dengan tidak membedakan sel hidup atau sel mati.
-          Petroff, Hausser Bocteria counter (PHBC) adalah alat untuk menghitung bakteri.
-          Haemocytometer adalah alat untuk menghitung khamir, spora atau sel yang ukurannya lebih besar dari bakteri.
-          Metode plate count caranya di kaburkan pada median agar, sehingga satu sel hidup akan tumbuh membentuk satu koloni karena jumlah koloni dianggap setara dengan jumlah sel.
-          Pengukuran turbiditas (photometer) = semakin pekat / semakin banyak populasi mikrobia maka cahaya yang diteruskan makin sedikit.
-          Pengukuran turbiditas (spektrofotometer) = terlebih dahulu dibuat kurva standar berdasarkan pengukuran jumlah sel aik secara total ataupun yang hidup berdasar berat kering sel.
A4 . Pertumbuhan Populasi mikroba
  1. Biakan system tertutup (Batch Culture)
       Pengamatan jumlah sel pada waktu yang cukup lama sehingga terdapat fase-fase pertumbuhan seperti :
  1. Fase permulaan = bakteri baru menyesuaikan diri dengan lingkungan jadi belum ada pembelahan sel.
  2. Fase pertumbuhan yang dipercepat = sel mikroba mulai membelah diri dengan waktu generasi yang masih panjang.
  3. Fase pertumbuhan logaritma = kecepatan sel membelah diri cepat dengan waktu generasi yang pendek metabolisme selnya aktif, terjadi penimbunan hasil metabolisme sehingga menghambat pertumbuhan.
  4. Fase pertumbuhan yang mulai dihambat = kecepatan pembelahan sel berkurang jumlah sel yang mati bertabah.
  5. Fase stasioner meksimum = jumlah sel hidup = jumlah sel yang mati
  6. Fase kematian di percepat = kematian sel meningkat pembelahan sel nol.
  7. Fase kematian logaritma = kecepatan kematian sel maksimal,sel mikroba akan tetap bertahan sangat lama dalam edium.
  1. Bikan system terbuka (continous culture)
  • Sel dipertahankan pada fase pertumbuhan eksponensial
  • Ukuran populasi dan kecepatan pertumbuhan diatur konstan dengan khemsotat
  • Mengatur kecepatan aliran medium dan kadar substrat.
  • Ada aliran keluar mempertahankan volume biakan agar tetap konstan D= w/v perjam.
  • Populasi sel dalam tabung biakan dipengaruhi peningkatan populasi dengan kecepatan prtumbuhan dx/dt=µx-Dx=(µ-D)x, dan pada keadaan mantap diperoleh µ=D, sehingga dx/dt=0.
  • Selnya dibuat dalam keadaan setengah kelapasan sehingga kecepatan pertumbuhan berbanding lurus dengan kadar substrat.
  1. Faktor Lingkungan Mikroba

Aktifitas mikroba dipengaruhi factor lingkungan baik biotic maupun abiotik yang menyebabkan perubahan morfologi dan fisiologi mikroba karena menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya.


 FAKTOR ABIOTIK
1. Suhu

o       Psikrofil = kel. Mikroba yang tumbuh pada suhu 0-30ºc dengan suhu maksimal 15ºc.
o       Mesofil = kel, mikroba yang tumbuh pada suhu minimal 15ºc, suhu optimum 25-37ºcdan suhu maksimum 45-55ºc.
o       Termofil = kel mikroba yang tahan hidup pada suhu tinggi karena mempunyai membran sel dengan lipida jenuh. Jadi titik didihnya tinggi, dapat memproduksi protein dan enzim tidak terdenaturasi suhu tinggi, tahan hidup pada suhu minimal 40ºc, optimum 55º-60º dan suhu maksimal 75ºc.
o       Mikroba termofil obliget = tidak bias tumbuh dibawah suhu 30ºc, suhu pertumbuhan optimum pada 60ºc.
o       Mikroba termofil fakultatif = mikroba yang dapat tumbuh dibawah suhu 30ºc
o       Titik kematian thermal = suhu diatas maksimum yang dapat mematikan mikroba dalam waktu 10 menit.
o       Waktu kematian thermal = waktu yang diperlukan untuk membunuh spesies mikroba pada suatu suhu yang tetap.
o       Cold Shock = penurunan suhu tiba-tiba dapat menyebabkan kematian bakteri
o       Pembekuan (freezing) = ruksaknya sel dengan adanya kristal es didalam air instraseluler.
o       Lyofilisasi – Proses pendinginan dibawah titik beku dalam keadaan vakcum secara bertingkat.
2. Kandungan Air
            Mikroba memerlukan kandungan air bebas tertentu untuk hidupnya dengan ukuran aw (kelemahan relatif) = 0,6-0,998. Mikroba osmotoleran hidup pada aw terendah, dan bakteri halofil memerlukan aw 0,75.
  • Mikroba yang tahan kekeringan adalah yang dapat membentuk spora, konidia atau dapat membentuk kista.
3. Tekanan Osomosis
§         Mikroba pada larutan hipertonis selnya akan mengalami plasmolisis yaitu terkelupasnya membran sitoplasma dari dinding sel akibat sitoplasma yang mengkerut.
§         Mikroba pada larutan hipotonis selnya akan mengalami plasmoptisa, yaitu pecahnya sel karena cairan masuk ke dalam sel.
§         Mikroba Osmofil = tumbuh pada kadar gula tinggi
§         Mikroba Halodurik = tidak dapat tumbuh pada kadar garam tinggi (30%)
§         Mikroba Halofil = dapat tumbuh pula kadar garam yang tinggi
4. ION-ION Listrik
a. kadar ion hydrogen (PH)
- Mikroba hidup pada PH netral yaitu 7, kecuali jamur yang hidup pada PH rendah
- Mikroba Asidofil = mikroba yang dapat hidup pada PH 2,0-5,0
- Mikroba Misofil = dapat hidup pada PH 5,5-8,0
- Mikroba Alkalifil = dapat hidup pada PH 8,4-9,5
b. Buffer = campuran garam monobasic dan dibasic cara kerjanya yaitu garam dibasic akan mengabsorbsi ion H+ dan garam monobasic akan bereaksi dengan ion OH-
c. ion-ion lain
o       Logam berat seperti Hg,Ag,Cu,Au, dan Pb pada kadar rendah dapat bersipat meracun karena mempunyai daya oligadinamik yaitu daya bunuh logam berat pada kadar rendah.
o       Ion-ion lain seperti sulfat, tartrat, klorida, nitrat dan benzoate dapat membunuh mikroba tertentu dan sering digunakan untuk pengawetan makanan.
d. Listrik
o       Menyebabkan elektrolisis pada medium pertumbuhan.
o       Menghasilkan panas yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba sehingga selnyaakan mengalami elektoionesis.
o       Mematikan mikroba akibat shock karena ada tekanan hidrolik listrik
o       Adanya radikal ion dari ionisasi radiasi dan terbentuknya ion logam dari elektroda penyebab kematian mileroba.
e. Radiasi
o       Menyebabkan ionisasi molekul dalam protoplasma, dapat merusak meikroba dengan adanya pengaruh germisida, dapat juga menyebabkan mutilasi pada mikroba.
f. Tegangan Muka
·         Dapat mempengaruhi permukaan cairan pada dinding sel tegangan muka mempengaruhi permukaan protoplasma yang mempengaruhi pertumbuhan dan morfologi mikroba.
·         Umumnya mikroba cocde pada tegangan muka yang relative tinggi.
g. Tekanan Hidrostatik
·         Tekanan hidrostatik tinggi akan menghambat / menghentikan pertumbuhan mikroba karena sintesis RNA, DNA dan proteinnya terhambat dan fungsi transport membran juga aktivitas enzim terganggu,
h. Getaran
            Dinding sel dan membran sel mikroba dapat rusak oleh getaran mekanik dengan getaran suara 100-10.000 kali / detik.

FAKTOR BIOTIK
a. Interaksi dalam satu populasi mikroba
~        Interaksi positif = meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan kecepatan populasi (kooperasi)
~        Interaksi negative = menurunkan kecepatan pertumbuhan dengan meningkatkan kepadatan populasi (kompetisi)
b. Interaksi antar populasi mikroba
            Apabila dua populasi yang berbeda berasosiasi maka timbul berbagai macam interaksi baik yang positif ataupun negative, nama-nama interaksi adalah :
  1. Netralisme = hubungan antar dua populasi yang tidak saling mempengaruhi terjadi pada kepadatan populasi yang sangat rendah, dipisahkan dalam meikrohabitat dan bias juga terjadi pada keadaan mikroba tidak aktif dalam keadaan kering beku atau fase istirahat.
  2. komensalisme = hubungan yang terjadi apabila satu populasi diuntungkan tapi tidak berpengaruh pada populasi lain.
  3. Sinergisme = terjadina suatu kemempuan untuk melakukan perubahan kimia tertentu di dalam substrat. Apabila melibatkan 2 populasi atau lebih disebut sintropisme yang berperan penting dalam penguraian bahan organic tanah.
  4. Mutualisme (simbolis) = asosiasi antar 2 populais mikroba yang saling tergantung dan dua-duanya mendapat keuntungan. Bersifat spesifik sehingga salah satu anggota populasi tidak dapat digantikan tempatnya oleh spesifik lain.
  5. Kompetisi = hubungan negative antar 2 populasi mikroba yang keduanya mengalami kerugian ditandai dengan menurunnya pertumbuhan sel hidup beiasanya terjadi dalam keadaan nutrient terbatas.
  6. Amensalisme = asosiasi antar spesies mikroba yang salah satu pihaknya dirugikan dan satuna lagi untung.
  7. Parasitisme = populasi satu diuntungkan (parasit) dan populasi lain dan rugikan (inang) umumnya terjadi karena keperluan nutrisi dan bersifat spesipik.
  8. Predasi = apabila satu organisme predator memangsa dan mencerna organisme lain, umumnya predator lebih besar dan peristiwa berlangsung cepat.
C. NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA
            Medium pertumbuhan mikroba adalah tempat untuk hidupnya juga memerlukan nutrisi untuk kelangsungan hidupnya sesuai dengan sipat fisiologinya. Unsur kimia penyusun utama sel yaitu C, H, O, N, P dengan jumlah 95%
1. Fungsi nutrisi untuk mikroba
- makanan mikroba bias dalam bentuk padat maupun cair bahan mekanannya dibagi dalam 7 golongan yaitu :
a.       Air = sebagai sumber oksigen untuk bahan organic sel pada respirasi juga sebagai pelarut dan alat pengangkut dalam metabolisme.
b.      Sumber energi = senyawa organic / anorganik yang dapat diaksidasi terutama cahaya matahari.
c.       Sumber karbon = senyawa organic : karbohidrat, lemak, protein, asam amina, asam organic, garam, asam organic, polialkohol, senyawa anorganik berupa karbonat dan gas CO².
d.      Sumber aseptor electron = O², NO³, NO²,N²O,SO,CO² dan Fe³
e.       Sumber mineral = untuk megatur tekanan osmose, kadar ion H+ (PH) dan potensial oksidareduksi medium yaitu C, O, N, H , P, K , Ca, Mg, Na, S dan Cl.
f.       Faktor tumbuh = senyawa organic yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan sebagai penyusun bahan sel. Digolongkan menjadi asam amino penyusun protein purin dan pirimidin penyusun asam nukleat vitamin sebagai bagian aktif dari enzim.
g.      Sumber nitrogen = mikroba menggunakannya dalam bentuk ammonium, nitrat,  asam amino, protein dasebagainya jenis senyawanya tergantung pada enis jasadnya.
2. Penggolongan mikroba berdasarkan nutrisi dan oksigen
a. berdasarkan sumber karbon
* Jasad ototrof = memerlukan sumber karbon dalam bentuk anorganik
* Jasad heterotrof = memerlukan sumber karbon dalam bentuk senyawa organic di bedakan menjadi 2 yaitu :

-          Jasad saprofit = menggunakan baha organic yang berasal dari sisa jasad yang sudah mati.
-          Jasad parasit = jasad yang hidup dalam jasad lain dan merugikan bagi inangnya
b. Berdasarkan sumber energi

-          Jasad fototrof = jika menggunakan energi cahaya
-          Jasad khemotrof = jika menggunakan energi dari reaksi kimia
c. Berdasarkan sumber donor elektron
~        Jasad litotrof = jasad yang dapat menggunakan donor electron dalam bentuk senyawa anorganik seperti H², NH³, H²S, dan S.
~        Jasad organotrof = jasad yang menggunakan donor electron dalam bentuk senyawa organic.
d. Berdasarkan sumber energi dan donor electron
~        Jasad digolongkan menjadi jasad fotolitotrof, fotoorganotrof, khemolitotrof dan khemoorganotrof.
e. Berdasarkan kebutuhan oksigen
~        Jasad aerob = jasad yang menggunakan oksigen bebas sebagai satu-satunya aseptor hydrogen yang terakhir dalam proses respirasinya.
~        Jasad araerob = jasad yang tidak dapat menggunakan oksigen bebas sebagai aseptor hydrogen terakhir dalam proses respirasinya.
~        Jasad mikroaerob = memerlukan oksigen dalam jumlah sedikit.
~        Jasad aerob fakultatif = dapat hidup dalam keadaan anaerob maupun aerob
~        Jasad kaprfil = memerlukan kadar oksigen rendah dan kadar CO² tinggi
3. Interaksi antar jasad dalam mengubah nutrien
            Dua jasad yang berbeda tumbuh bersama dalam suatu medium maka aktivitas metabolisme secara kualitatif maupun kuantitatif akan berbeda jiaka dibandingkan dengan jumlah aktivitas masing-masing jasad yang tumbuh dalam medium yang sama tapi terpisah. Hal ini terjadi karena tergantung pada nutrient yang ada.
4. Medium pertumbuhan mikroba
~        Medium memerlukan kemasaman (PH) tertentu tergantung pada jenis jasad yang ditumbuhkannya.
~        Aktivitas metabolisme mikroba dapat mengubah PH sehingga pada medium ditambahkan buffer yang berasal dari komponen penyusun mediumnya itu sendiri.
5. Macam medium pertumbuhan
a. Medium dasar/ basal mineral
- medium yang mengandung campuran senyawa anorganik dengan zat lainnya.
b. Medium sintetik
- medium yang seluruh susunan kimia dan kadarnya telah diketahui dengan pasti
c. Medium kompleks
- Susuna kimiannya belum diketahui dengan pasti biasanya pada medium yang mengandung ekstrak tanah.
d. medium di perkaya
- Medium yang ditambah zat tertentu yang merupakan nutrisi spesifik untuk jenis mikroba tertentu, biasanya untuk mikroba yang bersifat khemoheterotrof, khemoototrof, fotosintetik, dan untuk meikroba lain yang bersipat spesipik.

D.    Enzim Mikroba
Enzim = katalisator organic yang dihasilkan oleh sel untuk mempercepat reaksi kimia, biasanya jumlah enzim sebelum reaksi dan setelah reaksi adalah tetap enzim juga bersifat selektiv dan spesifik.
1. Mekanisme Kerja enzim
~        Enzim meningkatkan kecepatan reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi energi yang diperlukan untuk mengaktifkan suatu reaktan.
~        Saat berlangsung reaksi enzimatik terjadi ikatan sementara yang bersipat labil dan untuk waktu yang singkat.

2. Struktur Enzim
~        Enzim tersusun dari protein-protein sederhana akibat dari dialysis enzim
~        Apoenzim bila bergabung dengan bagian non protein disebut holoenzim yang aktif dan di sebut biakatalisator,
~        Koenzim dan gugus prostetik berfungsi sama karena merupakan bagian yang terikat kuat pada apoenzim dan koenzim berfungsi menentukan jenis reaksi kimia yang dikatalisis enzim.
3. Penggolongan Enzim
a. berdasarkan tempat bekerja
- Endo enzim = enzim bekerja di dalam sel
- Eksoenzim = enzim yang bekerja diluar sel
b. berdasarkan daya katalistik
~        Oksidoreduktase = mengkatalisis reaksi oksidosi – reduksi
~        Transferase = mengkatalisis pemindahan gugus molekul dengan molekul lain
~        Hidrolase = mengkatalisis reaksi hidrolisis
~        Liase = mengkatalisis penambahan gugusan molekul tanpa proses hidrolisis
~        Isomerase = mengkatalisis reaksi isomerisasi
~        Ligase = mengkatalisis reaksi 2 molekul
~        Enzim lain dengan tata berdeda
c. Berdasarkan cara terbentuknya
- Enzim konstitutif = jumlahnya dipengaruhi kadar substrat.
- Ezim adaptif = pembentukannya diransang oleh adanya substrat.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi enzimatik
a. Substrak
b. suhu
c. Kemasaman (PH)
d. Penghambat enzim (inhibitor) 
e. Aktivator / kofaktor
f. Penginduksi (Indikator)

E. BIOGENETIK MIKROBA
- Mempelajari penghasilan dan penggunaan energi oleh mikroba
- Mikroba proses metabolisme dengan katabolisme (peromakan dengan pembebasan energi) dan anabolisme (proses biosintesis yang memerlukan energi)
1. Biooksidasi dan pemindahan energi
~        Perubahan energi cahaya menjadi energi kimia dalam reaksi endergonik energi kimia berupa gugus oerganik berenergi tinggi yang mangandung S atau P
~        Energi yang dibebaskan ATP tergantung pada keadaan hidrolisisnya terutama PH dan kadar reaktan.
~        Oksidasi dalam sel dikatalisis oleh enzim yang memiliki kofaktor.
2. Fermentasi
            Merupakan bagian perombakan gula secara anaerob dengan melewati jalur rangkaian reaksi kimia tertentu :
  1. Jalur Emden meyerhaf-parnas (EMP)
  2. Jalur entner doudoruff (ED)
  3. Jalur Heksosa mono fosfat (HMP)
  4. Jalur heterofermentatif bakteri asam laktat
  5. Jalur metabolisme asam piruvat secara anaerob
3.Respirasi
~        Proses oksidasi biologis dengan O²sebagai aseptor elektronnya yang terakhir pada jasad eukariotik prosesnya terjadi di mitokondria, pada prokariotik terjadi dibawah membran plasma.
~        Merupakan fase kedua yang aerob dari perombakan gula fase pertama anaerob.
~        Dihasilkan banyak energi untuk biosintesis
4.Fotosintesis
- Cahaya matahari sebagai sumber senergi harus memiliki pigmen klorofil
5. Penggunaan Energi oleh jasad
- Digunakan pada tiap reaksi endergonik dan reaksi eksergonik dengan memerlukan energi ektivasi yaitu pada proses biosentesis molekul mikro dan molekul makro.
6. Katabolisme makromolekul
Terjadi proses peruraian karbohidrat, lemak protein dan peruapaian asam nukleat yang dibantu oleh enzim dan di metabolisme lewat siklus krebs.

PERTEMUAN Ke 3
MIKROBIOLOGI 3
BAKTERI

            Berdasrkan penyelidikan Ferdinand Chon, bakteri di masukan kedalam golongan tumbuh-tumbuhan (flora) berdasarkan sifat-sifat :
a.       Adanya dinding sel yang jelas sama dengan tumbuhan
b.      Dinding selnya terdiri atas cellulose atau hemicelluloses
c.       Mengambil makanan dari luar dalam bentuk larutan (holophytis : osmotroph) sama hanya dengan tumbuhan glycogen yang berdeda sifat dengan gliycogen pada sel hewan.
Bakteri termasuk dalam phylum protophyta : tumbuhan primitive, yaitu kelas schizomycetes yang umumnya tidak melakukan photosintesis dan tidak mempunyai pigmen Phycocyanin berkembang biak dengan cara membelah diri.
Kelas schizomycetes dibagi dalam sepuluh ordo :
a.       Ordo Psedomonadales terdiri dari lima familia :
1.      Famili Nitrobacteriaceae
Bakteri yang autrotoph yang hidup di dalam tanah membentuk persenyawaan Nitrogen sangat penting untuk tumbuhan
Contohnya : Nitrosomonas sp, Nitrobacter sp.
2.      Famili Methanomonadaceae
Contohnya : Methonomonas sp
3.      Famili Thiobacteriaceae
Bakteri didalam tanah membentuk persenyawaan sulfur
Contoh : Thiobacillus sp; Thiospira sp
4.      Famili Pseudomonadaceae
Misalnya : Pseudomonas aeruginosa
5.      Famili Spirillceae
Contohnya : vibrio cholera, vibrio EL Tor
b.      Ordo Chlamydobacteriales
c.       Ordo Hyphomicrobiales
d.      Ordo Eubacteriales
1.      Famili Azotobacteriaceae
Bakteri yang dapat mengikat Nitrogen tanpa bersimbiosis dengan organisme lain
Contaoh : Azotobacter chlorococcum
2.      Famili Rhizobiaceae
Bakteri yang dapat mengikat Nitrogen bila ini simbiosis dengan organism lain
Contoh : Rhizobium leguminosarum, bakteri ini bersimbiosis dengan akar leguminoceae
3.      Famili Achromobacteriaceae
Contoh : Alcologenes faecalis : terdapat bebas dalam faces, juga air selokan
4.      Famili Enterobacteriaceae
Bakteri yang hidup dalam usus
Contohnya : Proteus uulgaris
5.      Famili Brucellaceae
Contoh : Pasteunalle pestis
6.      Famili Bacterioidaceae
Bakteri yang tidak mampu membentuk spora dan hidupnya obligat anaeroh
Contoh : Bacterioides fragilis, hidup dalam usus
7.      Famili Micrococcaceae
Contoh : Staphylococcus pyogenes
8.      Famili Neisseriaceae
Contoh : Neisseria gonorrhea
9.      Famili Lactobacteriaceae
Contoh : Diplococcus pneumonia
10.  Famili Propionibacteriaceae
Contoh : Propionibacterium sp
11.  Famili Corynebacteriaceae
Contoh : Corynebacterium diphtheria
12.  Famili Bacillaceae
Terdiri dari 2 genera, yaitu :
ü  Genus Bacillus
Bakteri yang berbentuk batang, hidupnya areob dan mampu berbentuk spora
Contoh : Bacillus anthracis
ü  Genus Clostridium
Terdiri atas bakteri berbentuk batang
Contoh : Clostridium tetani
e.       Ordo Actiromycetales
1.      Famili Mycobacteriaceae
Contoh : Mycobacterium tuberculosis
2.      Famili Actinomycetaceae
Contoh : Actinomyces bovis (bakteri yang menyebabkan sakit pada sapi dan dapat menular pada manusia)
3.      Famili Streptomyceraceae
Bakteri yang menghasilkan antibiotik
Contoh : Streptomyces venezuelae menghasilkan Chloramphenicol
f.       Ordo Caryophanales
Hidup sapropit dalam air atau zat-zat organic yang membusuk
g.      Ordo Begiatoales
Hidup sapropit di air tawar, air laut, tanah dan zatorganik yang membusuk
h.      Ordo Myxobacteriales
i.        Ordo Spirochaetales
1.      Famili Spirochaetaceae
Hidup sapropit di air tawar dan air laut ada juga yang parasit pada Mollusca (siput)
2.      Famili Treponemataceae
Contoh : Treponema pallida
j.        Ordo Mycoplasmatales
Contoh : Mycoplasma sp


ü  Morfologi dan Anatomi Bakteri
Empat (4) macam bentuk bakteri secara umum :
1.      Bentuk Coccus (kokus)
Berbentuk bulat seperti peluru berdasarkan cara pembelahan dan sesungguhnya di bagi lagi menjadi :
a)      Diplococcus
Coccus yang menbelah diri ke satu arah dan setelah pembelahannya tetap berkelompok dua-dua
Contoh : Diplococcus pneumonia
b)      Streptococcus
Coccus yang membelah diri kesatu arah, dimna setelah pembelahan tetap tidak berpencar menyerupai rantai
Contoh : Steptococcus pyogenes
c)      Tetracoccus (Gaffkya)
Coccus yang membelah diri kedua arah dan setelah pembelahan tetap berkelompok empat
Contoh : Gaffkya tetragena
d)     Sarcina
Coccus yang membelah diri ketiga arah yang mempunyai sudut 90 , setelah pembelahanya tetap berkelompok menyerupai kubus, 8 cocci
Contoh : Sarcina lutea
e)      Staphylococcus
Yaitu coccus yang membelah diri kearah yang tidak teratur dan berkelompok menyerupai buah anggur
Contoh : Staphylococcus pyogenes
2.      Bentuk Bacillus (batang)
Contoh : Clostridium tetani, Mycobacterium yuber culosis
3.      Bentuk Vibrio (koma)
Berupa batang yang bengkok
Contoh : Vibrio cholera
4.      Bentuk Spirillum (spiral)
Berupa batang yang melilit
Contoh : Treponema pallida
ü  Ukuran Bakteri
Ukuran bakteri berbeda-beda bergantung pada berbagai faktor yaitu jenisnya, umurnya, dan juga keadaan sekelilingnya.
Tapi pada umumnya bakteri mempunyai ukuran :
Panjang: 1,0 – 5,0 mikron, tebal : 0,2 - 1,5 mikron
Contohnya pada Treponema pallida panjang 8,0 – 14,0 mikron dan tebalnya 0,2 mikron. 1 mikron =1/1000 mm.
ü  Anatomi Bakteri
1.      Dinding sel
Dinding selnya terpisah dari protoplasma, dibuktikan dengan proses plasmolysa. Dinding selnya kaku dan kuat sehingga bakteri bentuknya tetap dan terlindungi dari pengaruh buruk dari luar
2.      Protoplasma (cytoplasma)
Zat hidup dari sel yang terdapat dalam lingkungan dinding sel terdiri atas proteib
3.      Membran Cytoplasma (Ectoplasma)
Bagian terluar dari cytoplasma yang melekat pada dinding sel, membran ini sangat penting
a.       Karena bersifat semi permeable dan aktif mengambil zat yang diperlukan dan menolak zat yang tiadak diperlukan yang bersifat racun
b.      Membentuk enzim hydrolytis untuk menghancurkan zat makanan yang ada disekitarnya
c.       Bertugas mempertahankan keseimbangan elektrolit kadar air dan kasaman (PH) dari cytoplasma
d.      Bersifat antigen, jadi merangsang terbentuknya antibody
e.       Angat aktif dalam pembentukan kapsul, lender perubahan bentuk spora dan pada pembelahan sel
4.      Nukleus (inti)
Bakteri selalu mempunyai sifat yang tetap karena di dalam inti terdapat pembawa sifat (chromosome). Inti bakteri bias satu atau lebih dari satu yang tersebar secara diffusi di dalam cytoplasmanya.
5.      Kapsul
Yaitu selaput yang membungkus sel selaput lendir yang membungkus seluruh permukaan bakteri dan merupakan bagian dari sel bakteri. Menurut Klieneberger-Nobel kapsul mempunyai batas yang tegas dan mempunyai bentuk tertentu sesuai dengan bentuk bakteri. Sedangkan zat lender merupakan zat yang amorpj yaitu semakin jauh letaknya dari badan bakteri kadarnya akan semakin rendah.
o   Kapsul bersifat antigen (sebagai pelindung) dan merupakan faktor yang menentukan keganasan bakteri
o   Untuk melihat adanya kapsul dilakukan pewarnaan Burrigins
6.       Flagel
Merupakan alat gerak bakteri
Ukurannya panjang : 1 – 7 mikron, tebal : 12 – 15 milimikron
Perbedaan bakteri berdasarkan penempatan flagelnya
a.       Bakteri Monorich
Bakteri yang mempunyai satu flagel yang menempel pada salah satu kutubnya
b.      Bakteri Amphitrich
Bakteri yang mempunyai dua flagel yang masing-masing menempel pada kutub bakteri
c.       Bakteri Kopotrich
Bakteri yang punya sekelompok flagel yang menempel pada kedua kutub bakteri
d.      Bakteri Peritrich
Bakteri yang mempunyai flagel yang menempel pada seluruh permukaan bakteri
e.       Bakteri Atrich
Bakteri yang tidak mempunyai flagel yang menempel
f.       Bakteri Lopotrich
Bakteri yang mempunyai sekelompok flagel yang menempel pada salah satu kutub bakteri
o   Cara melihat gerak bakteri yaitu dengan cara
a.       Cara Mikroskopis (tetes gantung)
b.      Cara Makrospis (cara craig)
7.      Bentuk Spora
Menurut keaktifannya ada 2 bentuk bakteri yaitu :
a.       Bakteri Vegetatif
Bentuk bakteri dalam keadaan aktif dimana mengambil makanan, tumbuh, berkembang biak, bergerak, dan sebagainya bentuk bakterinya dalam keadaan biasa. Bakteri ini mudah dimatikan dengan pemanasan, desinfektan atau dengan cara chemothera peutik
b.      Bakteri bentuk spora
Dimana bakteri melindungi dirinya dengan lapisan yang tebal dan kuat sehingga chytoplasma tidak terganggu
Dalam bentuk spora bakteri tidak tumbuh, membelah diri, bergerak ataupun mengambil makanan dari luar
Metabolisme bakteri berjalan seminimal mungkin
Bakteri yang mampu berbentuk spora sukar sekali di matikan baik dengan cara pemanasan ataupun desinfektan
8.      Pigmen Bakteri
Pigmen terlihat jelas terutama pada penelitian padat
Contoh : pseudomonas aeruginosa menghasilkan pigmen berwarna biru
9.      Toxin (racun)
Ada dua macam toxin bakteri, yaitu :
a.       Exotoxin
Toxin yang dikeluarkan selama bakteri masih hidup
o   Exotosin ini terdiri atas protein thermolabil bersifat antigen dapat merangsang kekebalan, dapat dibuat toxin
o   Diproduksi oleh bakteri gram positif maupun gram negative
o   Contoh : streptococcus pyogenes
b.      Endotoxin
o   Toxin yang keluar ketika bakterinya mati dan selnya hancur
o   Terdiri dari lipopoly sacharida, thermostabil, bersifat antigen, tidak dapat dibuat toxid
o   Diproduksi oleh bakteri gram negative
o   Contoh : salmonella typhi
10.  Antibiotika
o   Merupakan zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba dan dapat menghambat pertumbuhan atau bisa membunuh mikroba lainnya.
o   Contoh bakteri yang menghasilkan antibiotic : streptomyces aureofaciens menghasilkan Tetracyclin
o   Bakteri berkembang biak dengan jalan membelah diri (1) menjadi (2) dan 2 menjadi 4 dan seterusnya
o   Bila jenis bakteri dalam keadaan baik dan makanan yang cukup maka berkembangnya akan berlangsung dengan pesat
o   Pengaruh lingkungan pertumbuhan dan perkembangan bakteri meliputi ;
a.       Pengaruh suhu, tnggi atau rendahnya suhu
b.      Cahaya
c.       Penegeringan (kelembaban)
d.      Keasaman (PH)
o   Berdasarkan responnya terhadap O2 bakteri dibagi menjadi 3 golongan yaitu :
a.       Bakteri aerob (obligate aerob)
Bakteri yang hanya hidup dalam lingkungan yang mengandung O2 bebas
Contoh : Vibrio cholera
b.      Bakteri anaerob (obligate anaerob)
Bakteri yang hanya dapat hidup di dalam lingkungan yang tidak mengandung O2 bebas
Contoh : Clastridium teteni
c.       Fakultatif aerob
Bakteri yang hidup di dalam lingkungan baik yang mengandung O2 babas ataupun tidak
Contoh : Salmonella typhi
d.      Pengaruh zat kimia (desinfektan)
e.       Pengaruh tekanan osmotic
f.       Mikroorganisme di sekitarnya
o   Bakteriofage : parasit yang mengganggu hidup bakteri tetapi hanya pada bakteri tertentu saja
o   Cara berkembang bakteriofage menurut Andre Lwoff :
1.      Bakteriofage masuk kedalam bakteri yang spesifik
2.      Lalu bakteriofage bermultiplikasi intraseluler]
3.      Bakteri yang serangnya akan dimakan habis bagian dalamnya dan akhirnya pecah lalu bakteriofage keluar dan akan menyebar lalu masuk lagi kedalam sel bakteri yang baru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar