Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 04 Mei 2011

Selasih (Ocimum basillicum)

Selasih (Ocimum basilicum forma violaceum)

1. Nama tanaman
Di Indonesia secara umum dikenal dengan nama selasih, kecuali di Sulawesi dikenal dengan amping (Wijayakusuma et al., 1996)
2. Klasifikasi tanaman
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Amaranthaceae
Suku : Lamiaciae (Labiatae)
Marga : Ocimum
Jenis : Ocimum basilicum forma violaceum Back  (Backer & van den Brink, 1965)
3. Morfologi tanaman
Merupakan herba tegak, sangat harum, tinggi 0,6-1,6 m. Batang cokelat, segi empat. Daun tunggal berhadapan, bertangkai, panjang 0,5-2 cm, bulat telur, ujung dan pangkal agak meruncing, permukaan daun agak halus dan bintil-bintik kelenjar, tulang daun menyirip, tepi bergerigi, panjangnya 3,5-7,5 cm, lebar 1,5-2,5 cm, warna hijau tua. Bunga berwarna putih atau lembayung, kelopak sisi luar berambut, bulat telur terbalik dengan tepi mengecil sepanjang tabung. Biji keras, cokelat tua, bila dimasukkan dalam air akan mengembang (Backer & van den Brink, 1965; Wijayakusuma et al., 1996).
4. Habitat dan Penyebaran
Dapat ditemukan di tempat lembab dan teduh di dataran rendah sampai ketinggian 450 m. Tersebar di seluruh pulau di Indonesia (terutama Sumbawa), bahkan di Asia, Eropa, dan Amerika Selatan (Backer & van den Brink, 1965; Wijayakusuma et al., 1996).
5. Kandungan kimia dan manfaat
Daun mengandung: asam kafeat, p-asam kumarat, Myresin, Rutin, Kuersetin. Seluruh herba mengandung minyak menguap yang terdiri dari: 1,8-Sineol, p-Cymene, Limonen, Linalool, Metilkaviol, Metil sinamat, Pinen,  Safrol, alfa-Terpinen (Anonim, 2005)
Kegunaan dan Khasiat
Berdasarkan hasil penelitian, minyak menguapnya beraktivitas sebagai antibakteri yang telah diuji dengan S. aureus, S. enteritidis dan E. coli dan aktivitas antifungalnya efektif terhadap C. albicans, P. notatum, dan Microsporeum gyseum. Kamfor, d-limonen, myresen, dan timol mempunyai aktivitas sebagai antireppelant, dengan kemampuan membunuh serangga sampai 90% pada konsentrasi 113-283 ppm. Selasih juga telah digunakan sebagai antiekspektoran (Anonim, 2005).
6. Penelitian Antikanker
Pada daun O. basillicum f v, yang telah digunakan sebagai obat tradisional antikanker etnis Samawa, mengandung banyak jenis senyawa produk alami sehingga terdapat beberapa kemungkinan senyawa yang bertanggung jawab sebagai agen antikanker. Di antaranya adalah senyawa golongan fenolat (asam kafeat, p-asam kumarat) yang memang dalam O. basillicum berada dalam jumlah yang besar.
Fenolat secara umum merupakan agen antiproliferatif, yang akan meningkatkan jumlah sel non apoptosis pada fase sintesis pada daur sel dan menurunkan jumlah sel non apoptosis pada fase G2/M. Telah diketahui, bahwa asam kafeat akan menyebabkan peningkatan FasL, yang merupakan pada reseptor kematian (Fas). Adanya kompleks antara FasL dengan Fas akan memacu signaling yang menginduksi kematian sel. Fenolat juga telah terbukti mampu menurunkan protein antiapoptotik Bcl2, sehingga apoptosis tidak berjalan. Peningkatan ekspresi Bcl2 yang diikuti dengan peningkatan Bax, yang dihasilkan karena sel kanker mengalami mutasi pada protein p53, akan memacu dimer antara keduanya sehingga memicu apoptosis melalui Fas (Huang et al., 1999).
Hasil penelitian terhadap ekstrak air O. sanctum, yang segenus dan kandungannya relatif serupa dengan O. basillicum, flavonoidnya diketahui mempunyai aktivitas sebagai agen kemopreventif dengan melindungi limfosit dari induksi kanker (Devi et al., 2004).
Senyawa lain yang kelimpahannya juga besar adalah minyak atsiri (terpenoid), yang mampu berperan dalam penghambatan tumor, dengan cara meningkatkan kinerja Human Natural Killer dalam sistem imun (imunostimulan), sehingga mampu melisis sel tumor. Senyawa ini juga mampu meningkatkan makrofag yang berperan sebagai fagosit sel-sel rusak. Selain itu senyawa terpen meningkatkan jumlah sel darah putih diatas normal, yang sangat berperan dalam sistem imun (Mills and Bone, 2000).
Referensi:
Anonim, 2005, Treating Livestock with Medicinal Plants: Beneficial or Toxic?  Ocimum basilicum, O. americanum, and O. micranthum, diambil dari http://www.probe.nalusda.gov:8300/, diakses pada Desember 2005.
Backer, C.A., and Van Den Brink, R.C.B., 1965, Flora of Java (Spermatophytes Only), Vol II., N.V.D. Noordhoff-Groningen-The Netherlands.
Devi, Uma P., Nayak, V., and Kamath, R., 2004, Lack of solid tumour protection by Ocimum extract and its flavonoids orientin and vicenin, Current Science, 86 (10): 1401-1404. [Abstract]
Huang, C., Kohno, N., Inufosa, H., Kodama, K., Taki, T., and Miyaki, M., 1999, Over Expression of Bax Associated with Mutations in The Loop-Sheet-Helix Motif of p53, American Journal of Pathology, 155 (3): 955-965.
Mills, S., and Bone, K., 2000, Principles and Practice of Phytotherapy, Toronto, 385-437.
Wijayakusuma, H., Wirian, S.A., Yaputra, T., Dalimartha S., Wibowo, B., 1996, Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia, Jilid IV, Pustaka Kartini, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar